Feeds:
Pos
Komentar

Moment of Change!

Setiap orang akan mempunyai momen untuk berubah.. Mungkin saya diingatkan oleh Allah atas kata-kata saya sendiri dulu “kapan mau berubah? apa harus menunggu… untuk berubah?”..

Ceritanya adalah di awal tahun 2011, ketika STR (Surat Tanda Registrasi, red) dokter baru saya terima, saya tengah asyik berklinik ria, dari Garut sampai Pangalengan. Pola makan yang saya ikuti sejak dulu, tampaknya telah mencapai puncaknya hingga saya mencapai bobot tertinggi dalam hidup saya (rahasia ah.. hehe).. Tidak ada kesadaran diri secara penuh untuk mengubah pola hidup selain sesekali bermimpi tidak berbadan besar lagi, kemudian diet-dietan, dan voilla.. berat badan bukannya turun, malah nafsu makan karena kelaparan yang semakin bertambah. Suatu hari ketika saya jaga di Garut, saya merasakan nyeri yang hilang timbul di pinggang sebelah kanan. Saya berpikir saat itu mungkin hanya konstipasi (susah buang air besar, red). Saya mencoba untuk BAB, dan tidak ada perubahan. Ajaibnya, begitu saya bawa tidur rasa sakit tersebut hilang dan saya tidak merasakannya lagi.

Tiga-empat hari setelah kejadian tersebut, saya berangkat jaga di Pangalengan, daerah Goha tepatnya. Kira-kira 1 jam perjalanan menggunakan ambulans klinik dari pangalengan, melewati perkebunan teh, dengan jalan berbatu yang membuat seluruh isi perut terguncang-guncang di perjalanan. Sampai di klinik saya melakukan aktivitas seperti biasa. Makan siang terakhir saat itu tidak mungkin terlupa, karedok, dengan rasa sedikit hambar, nasi, dan ikan peda.

Setelah makan siang, saya kembali berjaga, namun karena pasien sepi, saya beristirahat di ruang istirahat. Tiba-tiba saya merasakan nyeri yang sama. Hilang timbul. Tapi kini, intensitas lebih kuat. Ditambah dengan rasa mual. Sedikit keringat dingin.

Saya minta ke pegawai klinik untuk diambilkan obat anti mual, namun tidak ada perubahan. Alhamdulillah klinik benar-benar sepi. Rasa nyeri tersebut masih dapat saya tahan dalam perjalanan pulang dengan kondisi jalan yang pastinya sama dengan perjalanan pergi. Dengan goncangan yang dahsyat seperti itu, intensitas nyeri tidak berubah, saya berfikir lagi: ini pasti bukan usus buntu. Begitu sampai klinik pangalengan, saya bergegas pulang dengan mengendarai motor sambil menahan nyeri di pinggang kanan tersebut.

Sesampainya di Bandung, saya langsung mampir ke apotek dan membeli beberapa obat untuk mengobati kecurigaan saya. Begitu saya minum, alhamdulillah saya bisa tidur lelap tanpa sakit hingga keesokan harinya. Selesai jumatan, saya mulai merasakan nyeri lagi, saya minum obat yang sama, tapi kali ini tidak ada perubahan. Makin terasa nyeri dan saya mengatakan kepada ibu saya: Bu, ini harus ke UGD RS. Dan dibawa saya kesana, dirawat, menjalani beberapa pemeriksaan dan ternyata ada sebuah sumbatan di ureter (saluran dari ginjal ke kantung kemih, red). Saya didiagnosis ureterolithiasis. Paska operasi saya diberitahu bahwa penyebab sumbatan tersebut adalah batu asam urat, yang bisa terjadi lagi jika saya tidak mengubah pola hidup..

Bagaimana saya mengubah pola hidup saya? Baca di blog berikutnya ya.. Adios

Jakarta, 6 February 2012..

Welcome Back Bloggy!

Assalamu’alaikum warramatullahi wabarakatuh,

Hei blog, apa kabar? Afwan nih rasanya sudah lama sekali jari-jari ini tidak menari-nari di atas dashboard bahkan untuk sekedar  memberi sapaan..

Welcome back!

Ternyata blog ini bisa menjadi catatan sejarah yang tersimpan baik dan dapat dijadikan sebagai patokan seberapa besar ‘perubahan’ yang telah kita alami.. Sebagai contoh, terakhir saya menulis di blog ketika masih duduk di bangku kuliah, sedang sibuk-sibuknya menulis skripsi dan masih bercengkrama dengan dunia kemahasiswaan.. Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat, hingga banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi hingga detik ini.. Dan sekarang saya sudah menjadi dokter, profesi yang saya cita-citakan dan saya pun sangat mensyukurinya..

Banyak sekali yang ingin dituliskan, mulai dari pengalaman ketika koas, magang di beberapa RS daerah, sakit dan dirawat yang menjadi salah satu titik tolak perubahan, hingga menjadi asisten penelitian di RSCM..

Selamat datang kembali kawan, semoga langkah-langkah kaki yang telah ditempuh hingga detik ini tidak ada satupun yang sia-sia, jika itupun telah terjadi kita masih punya waktu untuk melangkah kembali, memulai jalan yang baru, jalan yang masih sangat panjang yang harus kita tempuh..

Masih banyak cita-cita yang belum kita wujudkan kawan.. Semoga Allah selalu membersamai kita..

Jakarta, 6 February 2012

 

Hari demi hari telah terlewati,

namun terkadang yang ada hanyalah penyesalan : apa yang sudah saya lakukan hari ini?

Hidup akan lebih bermakna jika kita isi hidup kita dengan Amal. Bukan sekedar amal yang sporadis, tapi amal yang menuju sesuatu perubahan. Perubahan Diri. Amal yang kita lakukan untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari kehari. Amal yang mempunyai ukuran, sudahkah kita lebih baik dari hari kemarin?

Ketika kita hidup tanpa tujuan, amal yang kita lakukan hanyalah amal spontan yang terkadang tidak terencana.. begitu ada kesempatan dan keinginan baru kita melakukan amal tersebut.. Tidak ada dorongan dan motvasi yang kuat untuk melakukan amal tersebut.. semua berjalan, karena apa adanya, bukan karena kita yang benar2 ingin melakukannya…

Tetapi ketika kita punya tujuan dalam hidup kita, keajaiban akan terjadi.. Kita akan merasakan bahwa seluruh amal2 yang kita lakukan hari ini, adalah beberapa langkah untuk mendekati cita-cita yang kita inginkan. Kita akan sangat bergairah, sangat bersemangat, dan apapun yang terjadi hari ini, kita akan benar-benar ‘menikmatinya’..

Ingatlah ketika kita telah mempunyai sesuatu hal yang benar2 kita inginkan, seluruh alam semesta ini akan mendukung kita untuk mendapatkannya…

Jangan pernah takut bermimpi, dan jangan pernah takut akan mimpimu.. jangan pernah takut apakah mimpi tersebut terlalu tinggi untuk kita raih, karena segalanya telah ditentukan oleh sang maha kuasa, dan kita tidak mengetahuinya… jangan pernah berhenti untuk menjadi sesuatu yang lebih baik (tentu di mata Sang Maha Pencipta), karena berhenti hanyalah satu langkah terakhir menuju kesuksesan tersebut.. intinya jangan pernah berhenti melakukan sesuatu sebelum hal tersebut benar-benar terselesaikan.. karena kita tidak akan mendapatkan esensi dari perjuangan…

Dan ketika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang kita sangka-sangkakan, percayalah, dan berkatalah: maktub, it’s written… Dan kita baru akan menyadari bahwa justru hal-hal tersebut yang membuat perjuangan kita menjadi indah.. Bayangkan ketika kita mengharapkan sesuatu tetapi dapat kita dapatkan dengan cara yang sangat mudah, apa yang bisa kita kenang, kebahagiaan yang kita dapatkan hanya sesuatu yang instan juga… tidak akan kekal… tidak akan ada cerita yang tertulis, tidak akan ada sejarah yang tercatat tanpa usaha.. Karena Allah mengharapkan kita seperti itu, mengharapkan seseorang yang berusaha untuk menggapai mimpinya, agar ia benar2 merasakan: Inilah kenikmatan Hidup di Dunia…

Tidak akan ada cerita David Cook, sang juara American Idol bila ia menang begitu saja, kisah hidupnya yang membuat dia menjadi Idol..

Tidak akan ada cerita nabi Yusuf jika ia begitu saja menjadi bendaharawan, mimpi-mimpi yang ia ceritakan dan perjalanan hidupnya yang membuat ia mendapatkan semuanya..

Tidak akan ada cerita Rasulullah SAW jika ia begitu saja menjadi Rasul, kejujurannya, keteladanannya, kesabarannya, dan kedekatan beliau dengan nilai-nilai ilahi yang membuatnya begitu dicintai hingga hari ini oleh jutaan atau bahkan miliaran umat di dunia…

Perjuangan dan ridha allah yang membuat mereka menjadi bagian dari sejarah dunia… Maktub… It’s written..

Ya allah, terima kasih telah memberikan banyak ilmu dan segalanya dalam hidup ini…

Bismillah… semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin… dan hari ini adalah bagian dari perjuangan untuk menggapai cita-citaku… dan ku tak akan pernah berhenti berjuang hingga cita-cita itu kudapatkan.. Aku ingin menciptkan sejarah ku sendiri.. yang dapat kuceritakan kepada orang-orang yang kucintai karena Allah di dipan-dipan Surga nanti… amin…

wuiih… ini dia baru yang namanya makanan pedes… Namanya aja dah heboh.. Ayam Goreng Rica Pedas Mampus.. Nah lo…

Awalnya bingung mau makan siang dimana paska ngisi Balai Pengobatan bareng Kang Ocha, sempet mikir ke Nasi Bakar Cimandiri (yg dah keseringan), atau Timbel Istiqomah (yang belakangan rasanya ‘biasa-biasa’ aja), namun karena kita sempet berhenti di Jonas untuk cetak foto (Foto anak Gunma, kecil2, 2R). Akhirnya kang ocha ngajakin makan di suatu tempat yg dia en kroco2nya sering makan di depan Alloysius.. (yang sayah sampe sekarang kagak tau nama tempatnya apa..).. Karena sesuatu yang baru dan dia bilang enak, yah oke aja.. (secara tukang makan juga tuh..)

Setelah sampai, duduk lihat menu, saya lihat ya menunya standar2 aja.. Ayam Goreng, Ayam Goreng Rica.. Sampai pas mbanya nanya (mba nya gaul gitu lowh, sangat komunikatif lagi..) mau makan apa, tiba2

kang ocha : Ayam Goreng Rica Pedas Mampus..

Hello, di menu kagak ada bos? Tapi ternyata itu adalah menu ‘spesial’, gak semua orang tau en gak semua orang mesen itu.. Kontan aja saya ikut ngomong

Si Sayah : Saya juga..

(karena hobi banget makan masakan pedas, refleks mulut pun akhirnya ikut berbicara)

Mba-mba gaul : Bener neh yang pedas mampus, kuat kagak? Pedes Banget Lowh..

Kita berdua : Ya gapapa…

Mba-mba gaul : Okeh deh, tapi pedes banget loh, mau sepedes mampus apa?

Si Sayah : Asal jangan bikin pingsan ajah mbak..

Hehehe..

Mba-mba gaul : Nasinya berapa?

Kita : Satu aja mba.. (kayaknya muka kita kuli banget kali ya, atau memang orang biasa banyak makan disini.. padahal gak murah2 banget lowh..)

Mba-mba gaul : Mau minum apa?

Kita : ….. (bingung liat menu)

Mba-mba gaul : Klo makan ini kayaknya yang cocok Es Teh Manis Jumbo, gimana?

Kita : boleh.. (ide yang bagus mba… haha..)

Mba-mba gaul : Ditunggu yah

Sambil nunggu makanan datang kita ngobrol dulu, dan gak begitu lama akhirnya dateng juga makanan super pedas itu.. (sayang hape saya ilank, jadi gak bisa dipoto dah.. T_T)…

Mba-mba gaul : Ini pesanan Ayam Goreng Pedas dan Es Teh Manis Jumbo.. Selamat Menikmati (dengan muka penuh tangtangan…)

(dalam hati) : Okeh, siapa takut.. hahaha…

Taunya, bentuknya adalah, ayam goreng yang diatasnya dipenuhi dengan ulekan/tumisan bumbu cabe Rawit jawa Merah yang Pedes itu… huiiiihhh… gile bener… ini baru tantangan….

Dan setelah dicicip enak juga.. Satu suapan, wow!! langsung Nendang pedesnya.. (hampir cegukan, buru2 minum, malu atuh.. ntar si mba-mba gaul ngetawain lagi.,. hihi).. Dua suapan masih kuat.. Beberapa suapan, gile, bibir tampaknya dah mulai merekah indah.. (kata kang Ocha mah merrraaahhh abis.. kayak pake lipstik..)… Kang Ocha mah licik, cabenya dipinggirin (trus ngapain dia mesen Ayam Goreng Rica Pedes Mampus.. wah.. liciknya..)..

AKhirnya habis juga, perut kenyang, bibir kepanasan, muka keringetan, hidung meler, lidah terbakar.. haha.. Tapi.. Puuuuuaaaaassssss….

Akhirnya kita bayar juga, manggil mba-mba gaul itu buat minta notanya, dan yang ditulis disana adalah :

2 Ayam Goreng Rica Pedas Mampus!!! (gile, pk tanda seru tiga kali..)

2 STMJ.. emangnya kita mesen STMJ apa.. (eheheh, baru nyadar: eS Teh Manis Jumbo)

Dan akhirnya, kita pulang, ups salah.. nganter kang ocha dulu buat di drop, ngambil poto di jonas, en trus balik ke Mesjid Asy-Syifaa’ tercinta…

Kesan : Buat sekali2 okkeeeehhh banggeeetttt… buat sering2.. hmm… mikir2 dulu kali.😀

Teh tarik..

Gak tau kenapa suka banget minum teh tarik apalagi kalau hari hujan..

Slurrppp.. ah.. Hangat, mengalir kedalam tenggorokan..

Awalnya diajari sama teman Malaysia satu Kelompok pas di Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, namanya Sharonjit.. Tapi lama-kelamaan jadi nagih..

En doi, meresepkan Teh Tarik sederhana yang bisa kita bikin di rumah, caranya:

1. Rebus teh di panci…

2. ambil pitcher/sejenisnya…

3. Tuangkan creamer (bisa Carnation atau sejenisnya) secukupnya..

4. Saring teh ke dalam poci/pitcher tersebut…

5. Lalu tuang ke gelas dengan cari di’tarik’.. haha..

Maksudnya ditarik ini ketika kita nuang dari poci ke gelas kita angkat perlahan-lahan pocinya sampai ada kesan ‘tertarik’… Dan hmm… Favorite saya: yang panas dan berbusa… slurrpp… (awas jangan ditiup, ntar ilang barakahnya..)… hangaaattt…

Efeknya bisa membuat kita relaks sejenak setelah lelah beraktivits, supaya tetep semangat lagi!!!

So, have a nice try!!

Slumdog Millionaire

Jamal Malik is one question away from winning 20 million rupees. How did he do it?

A. He cheated

B. He’s Lucky

C. He’s a Genius

D. It is written

waw.. two thumbs up bangeet dah film ini.. Keren.. Gila gak sih kalo kita ikut kuis who wants to be a millionaire tapi semua pertanyaan itu adalah seluruh hal2 yang pernah kita alami seumur hidup kita… Gak perlu jenius, gak perlu pinter, gak perlu baca buku a-z… Dan ini yang menarik, kisah hidup si abang Jamal ini bener2 luar biasa.. Dan saya bilang, ikutnya dia di kuis itu bener-bener Klimaks hidup atas segala kesabaran yang dia pupuk dari kecil..

Awalnya saya pikir ah paling film biasa, pas udah nonton, ternyata banyak sekali pelajaran hidup yang bisa diambil.. Dan ini beberapa versi pelajaran hidup dari film ini yg bisa kita cerna:

1. Kesabaran membuahkan hasil

Jangan pernah takut dengan hari esok, karena kita adalah yang hidup hari ini.

2. Kerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

Kalau kamu udah nonton ini, serasa apa yang kita lakukan belum ada apa-apanya.. Dan jangan pernah coba main belakang, jalan cepat, karena sesuatu yang besar akan menanti anda di ujung jalan..

3. Bersyukur atas apa yang kita punya

Kekayaan memiliki tanggung jawabnya… Dan siap-siaplah dengan konsekuensinya..

4. Jujur adalah kunci kesuksesan…

Yah, kata sang polisi pun: Kamu terlalu jujur Jamal. Tapi kejujurannya tersebut yang membuatnya berhasil mendapatkan apa yang diinginkan..

5. Gapailah mimpimu..

Hmm.. walau tujuannya Jamal itu sebenernya hanya ingin bertemu dengan orang yang dicintainya, tetapi dia mendapatkan ‘bonus’ yang benar2 tak akan pernah disangkanya…

Pokoknya film ini top bangett…

Intermezzo!!!

Nah, teman2 bagaimana kalau tujuan itu adalah Ridha Allah? dan permainan itu adalah Ibadah? yang kita dapatkan tentu akan Jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan harta itu..

Pernah baca hadits yg isinya kira2 seperti ini: kalau kita mengejar dunia, kita hanya akan mendapatkan dunia. Jika kita mengejar akhirat, kita akan mendapatkan dunia dan akhirat…

Bahkan dunia yang akan mengejar-ngejar kita..

Kita tidak pernah tau apa yang Allah siapkan untuk kita, dan insya allah segala amal perbuatan kita di dunia akan Allah ganti..

So, tetaplah fokus pada satu tujuan yang diridhai oleh Allah, jika Allah cinta, apa yang tidak akan Ia berikan untuk Hamba-Nya???? Usaha yang kita lakukan, walaupun harus jatuh bangun, didera dengan berbagai macam ujian, namun diujungnya akan terasa Indah.. Seperti halnya sebuah cangkir keramik yang harus mendapatkan berbagai macam siksaan: dipukul, diputar-putar, dibanting, diukir, dibakar, dilukis, namun hasilnya adalah sesuatu yang Indah…

Jangan pernah menyerah untuk tetap berjuang sahabat… InnAllaha ma ana

Saatnya untuk BERUBAH!!!

Assalamu'alaikum...
Teman-teman, ini ada tulisan lama saya yang saya temukan di salah satu
situs teman saya...
Ana sendiri lupa kapan terakhir kali ngetik ini.. haha..
Well, walaupun kata-katanya masih mahasiswa, tapi kita kan emang masih mahasiswa,
karena pembelajar adalah setiap hari
Terutama ditujukan kepada teman2 dan pejuang2 da'wah DKM Asy-Syifaa' RSHS..
Ayo kita bangkitkan kembali DKM kita... GANBARIMASU!!!
------------------------------------------------------------------------------------------

"Wajib bagi seseorang yang cerdas untuk berusaha menggapai puncak yang
bisa ia capai. Andaikata anak Adam bisa membayangkan bahwa ia sanggup
ke langit, maka Anda akan melihat bahwa diamnya ia di bumi adalah
perkara yang sangat dibenci." (Ibnul Jauzi)

Berubah. Semua orang butuh untuk berubah. Bergerak, menuju ke arah

yang lebih baik. Berkarya sepanjang waktu masih berjalan bersama kita

karena diam berarti MATI!!!

Perubahan takkan terjadi bila kita tidak memulainya. Mungkin, bumi

akan tetap dikatakan datar bila Galileo tidak mengatakan bahwa bumi

itu bulat. Perubahan mengkin juga tidak kita sadari, mungkin juga kita

tidak tahu bahwa ia telah menghampiri, dan mungkin juga kita tidak

tahu bahwa perubahan telah mengubah kita. Tapi perubahan itu DAPAT

DIRENCANAKAN!!

Hidup kita begitu sempit dan sayang bila hanya diisi oleh kegiatan

yang 'begitu-begitu' saja. Rutinitas, makan, minum, tidur?!? Gosip,

hanya menambah berat timbangan akhirat kita... Melamun, hanya untuk

orang yang tidak berilmu. Menjadi 'Top Scorer' dalam sebuah game tidak

akan membuat kita menjadi pahlawan yang mampu merubah dunia yang

namanya tercatat dalam bukti sejarah dunia...

Hidup ini perlu sebuah (atau beberapa) hentakan agar dapat lebih

bermakna. Hentakan-hentakan tersebut justru yang akan memicu perubahan

kita. Begitu banyak hal dalam hidup ini yang bisa menjadi hentakan

tersebut. Apakah kita perlu menunggu hingga Gunung Tangkuban meletus

hingga kita baru berubah? Apakah kita perlu menunggu gempa meratakan

seluruh gedung FK hingga kita baru berniat untuk berubah? Apakah perlu

menunggu jatuhnya nilai IPK kita hingga kita berubah? Apakah perlu

datangnya musibah hingga kita baru mau berubah? Ataukah.. perlu

menunggu hingga ajal menjemput, ketika sang waktu akhirnya berhenti

menaruh pengaruhnya pada kita, ketika malaikat bertanya kepada kita

apa yang kita lakukan selama hidup di dunia baru kita berniat untuk

berubah? Berubahlah sebelum terlambat, sahabat...

Kebanyakan orang justru berubah ketika datang cobaan. Padahal,

sebagai umat yang beriman, hidup kita akan banyak diisi oleh cobaan,

apalagi yang kita tunggu. Cobaan akan selalu datang menghampiri kita.

Pernahkan kita sadari bahwa waktu yang senggang, tanpa aktivitas

adalah cobaan terberat yang kita hadapi?

Ingatlah bahwa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.

Kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh. Hanya karena waktu kita

bisa merugi, hanya karena menunggu dan lalai kita telah mendzalimi

diri kita sendiri.

Sahabat, gunakanlah waktu yang ada selama menjadi mahasiswa ini untuk

terus berubah. Semua moment adalah ilmu. Tahukah bahwa waktu adalah

benda termahal di dunia? Seluruh kekayaan yang kau punya takkan

sanggup untuk memutar balik waktu walau hanya 1 microdetik. Apalagi

yang kau tunggu.

Profesi dokter adalah bukan pekerjaan yang main-main. Keahlian

manajerial, mengurus diri sendiri sebelum mengurus orang lain,

melakukan pekerjaan demi kepentingan orang lain, sebuah pekerjaan yang

sangat mulia hingga nyawa menjadi taruhannya, perlu sebuah persiapan

yang sangat mendalam. Jadilah dokter yang terbaik di segala bidang.

Dokter klinisi, birokrat, peneliti, pendidikan apapun profesinya,

ingatlah bahwa kita adalah teladan, pekerjaan bukan kita yang menilai

tetapi masyarakat dan Allah SWT tentunya.

Allah SWT berfirman, "Setiap orang dimudahkan melakukan apa yang

untuknya ia diciptakan". Tapi bagaimana kita mengetahui yang mana yang

dimudahkan untuk kita bila kita tidak pernah berusaha. Hidup memang

telah ditakdirkan, tetapi bukankan ALLAH telah mewajibkan untuk

berusaha. Selama kita tidak mengetahui apa takdir kita maka masa depan

kita juga yang menentukan. Bukankah usaha itu juga takdir?

Ciptakanlah hentakan itu? Berubahlah menjadi KAU yang Lebih BAIK.

Jadilah orang yang dinamis karena yang statis itu rugi, hargailah

setiap bergulirnya waktu karena ia adalah ilmu, maknai semua kejadian

yang ada karena ada hikmah yang besar dibalik semua itu.

Manfaatkanlah waktumu sahabat.

Ini saatnya kita untuk... berubah!!!!

Salam perubahan!!!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.